
Mengenal lebih dekat ukm tari STIKes Panti Rapih dan bagaimana kegiatan ini membentuk karakter serta keterampilan mahasiswa.
Di STIKes Panti Rapih, UKM Tari tidak hanya menjadi ruang untuk menyalurkan hobi, tetapi juga wadah pengembangan karakter dan keterampilan sosial. Banyak mahasiswa yang awalnya hanya ingin ikut-ikutan kemudian justru menemukan jati diri melalui tarian. Setiap latihan menjadi proses refleksi dan pembelajaran.
Menariknya, latihan diadakan sore hari setelah kegiatan akademik selesai. Ruang aula sederhana berubah menjadi tempat penuh energi dan kreativitas. Musik, tawa, kadang juga perdebatan kecil soal teknik gerak, semuanya berpadu dalam suasana produktif.
Struktur Organisasi dan Manajemen Kegiatan
Secara teknis, UKM Tari diatur dengan sistem organisasi yang terstruktur. Terdapat ketua, sekretaris, bendahara, serta divisi-divisi seperti koreografi, pelatihan, dan dokumentasi. Pembagian ini membantu memastikan setiap kegiatan berjalan efisien.
Pendekatan manajemen yang profesional menjadikan kegiatan tidak hanya berfokus pada seni, tetapi juga pada pelatihan kepemimpinan dan komunikasi. Mahasiswa belajar merencanakan kegiatan, mengelola waktu, bahkan mencari sponsor ketika harus tampil di luar kampus.
Kolaborasi dengan Kegiatan Kampus Lain
Setiap tahun, UKM Tari rutin tampil dalam acara-acara resmi STIKes Panti Rapih. Mulai dari penyambutan mahasiswa baru hingga perayaan wisuda. Kadang mereka juga bekerja sama dengan UKM lain untuk membuat pertunjukan lintas bidang, seperti tari dan musik akustik.
Kolaborasi tersebut menciptakan dinamika baru di lingkungan kampus. Mahasiswa belajar menggabungkan disiplin seni dengan nilai-nilai kesehatan, yang menjadi fokus institusi. Sebagai contoh, ada pementasan khusus yang bertemakan “gerak dan kesehatan tubuh” untuk memperkenalkan pentingnya kebugaran bagi tenaga kesehatan.
Proses Kreatif dan Tantangan dalam Koreografi
Proses menciptakan koreografi di UKM Tari bukanlah hal yang instan. Biasanya, pelatih atau anggota senior memulai dengan diskusi tema, lalu menyesuaikannya dengan kemampuan peserta. Dalam seminggu, mereka dapat berlatih hingga beberapa kali, tergantung jadwal perkuliahan.
Tantangan terbesar sering kali muncul saat menentukan keseimbangan antara nilai artistik dan pesan moral yang ingin disampaikan. Karena berada di lingkungan sekolah kesehatan, setiap koreografi sebisa mungkin mencerminkan nilai kemanusiaan, empati, dan ketekunan.
Dampak bagi Pengembangan Mahasiswa
Banyak penelitian menunjukkan bahwa seni pertunjukan membantu meningkatkan konsentrasi, disiplin, dan rasa percaya diri. Hal ini terbukti pada mahasiswa yang aktif di UKM Tari. Mereka umumnya lebih tangguh dalam menghadapi tekanan kuliah dan lebih mudah beradaptasi dalam kerja kelompok.
Selain itu, kegiatan tersebut memperkaya pengalaman sosial. Mahasiswa yang terlibat sering diundang ke kompetisi atau pentas budaya antar universitas, yang secara tidak langsung memperluas jaringan dan membuka wawasan baru tentang seni dan budaya Nusantara.
Harapan dan Pengembangan ke Depan
Ke depan, UKM Tari STIKes Panti Rapih diharapkan bisa memperluas ruang berekspresi dengan menjalin kerja sama lintas kampus maupun komunitas seni luar. Penggunaan teknologi seperti arsip digital dan dokumentasi video juga mulai dipertimbangkan untuk memperkenalkan karya mereka secara lebih luas.
Visi jangka panjangnya adalah menjadikan tari sebagai bagian integral dari pembentukan karakter tenaga kesehatan seperti telaten, fokus, dan menghargai ritme kehidupan. Sebuah gagasan yang menarik. Dimana bagaimana sebuah gerakan lembut di atas panggung bisa menyentuh sisi kemanusiaan seorang perawat di masa depan.
